Bermain-Main Di Gurun Sahara Ala Jogja, Gumuk Pasir Parangkusumo

gumuk pasir parangkusumo
Source: travel.tribunnews.com

 

Liburan menghabiskan waktu di Jogja memang tiada ada habisnya. Yogjakarta sebagai kota sejuta wisata, selalu menawarkan berbagai wisata dari alam, sejarah, kuliner hingga tradisi budaya yang menarik diikuti. Ada banyak hal yang dapat dinikmati di Yogyakarta. Berlibur ke Kota Pelajar ini sudah pasti tidak akan bosan deh.

Salah satu wisata yang cukup populer saat ini yaitu Gumuk Pasir Parangkusumo. Disebut sebagai gurun saharanya Indonesia, saya jadi tertarik untuk turut bermain-main di wisata terkenal ini. Gurun Pasir Parangkusumo ini terletak di tepi jalan menuju Pantai Parangtritis. Tepatnya di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Perjalanan dimulai pada pagi hari dari Kota Yogyakarta. Saya sengaja menyewa mobil pribadi dari https://www.traveloka.com/rental-mobil/region/yogyakarta. Di sana saya bisa bebas memilih berbagai merk mobil dengan didampingi sopir ataupun sekedar menyewa mobil saja. Tarifnya juga relatif terjangkau dimulai dari Rp 299.000,- untuk mobil Grand New Avanza beserta sopir. Dan harga tertinggi yaitu Rp 3.890.000,- untuk mobil Alphard Transformer beserta sopir. Untuk harga sewa mobil tanpa sopir dapat diperkirakan selisih kurang lebih Rp 30.000,- sampai Rp 100.000,-.

Saya sendiri memilih mobil dengan harga sewa menengah yaitu Grand New Innova seharga Rp 425.000,- beserta sopir. Harga yang murah untuk mendapatkan kepuasan liburan selama di Jogja bukan? Terlebih saya diuntungkan dengan pemesanan yang dapat dilakukan secara online.

Rute paling mudah yang dapat ditempuh yaitu mengikuti alur perjalanan parangtritis. Mobil yang saya tumpangi menuju arah jalan ke Pantai Parangtritis. Rasa penasaran saya semakin memuncak melihat hamparan pasir di pinggir jalan menuju Pantai Parangtritis dan tidak sabar ingin bermain-main di sana. Namun karena hari masih pagi dan cuaca cukup cerah, jadi saya memutuskan untuk menikmati air laut di Pantai Parangtritis. Untuk masuk ke kawasan Pantai Parangtritis, saya cukup membayar tiket sebesar Rp 3.000,- saja per orang plus Rp 5.000,- untuk parkir mobil yang saya sewa.

Sejarah Munculnya Gumuk Pasir Parangkusumo

Setelah puas menikmati keindahan Pantai Parangtritis sampai sore hari, saya kembali bersemangat mengingat selanjutnya akan mampir bermain-main ke Gumuk Pasir Parangkusumo. Gumuk Pasir Parangkusumo adalah salah satu fenomena alam yang unik. Jika biasanya gurun pasir muncul di daerah dengan iklim yang kering dan setengah kering, gumuk ini muncul di Indonesia yang memiliki iklim tropical basah. Bahkan saya dibuat terheran dengan tingginya yang mencapai kira-kira 5 sampai 15 meter.

Dari penelitian yang telah dilakukan, ternyata gumuk pasir ini terbentuk oleh endapan erupsi Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pasir-pasir ini terbawa oleh sungai-sungai yang bermuara di Pantai Selatan, yaitu Sungai Progo dan Sungai Opak. Endapan pasir tersebut lama-kelamaan membentuk gunungan pasir lantaran sedikit demi sedikit terbawa angin. Namun meski hanya gundukan pasir hasil erupsi, dalam pandangan saya, gumuk pasir ini tampak asli seperti gurun sahara di luar negeri.

Bersenang-senang di Gurun Sahara Indonesia

Fenomena alam yang langka ini mengundang banyak wisatawan untuk datang sekedar membuktikan wisata dengan sebutan gurun sahara di Indonesia. Kepupuleran destinasi wisata ini juga menarik perhatian artis Indonesia. Gumuk Pasir Parangkusumo ini pernah menjadi lokasi pembuatan video klip artis ternama yaitu Agnes Monica. Selain itu, gumuk pasir ini juga kerap dijadikan lokasi hunting untuk para fotographer maupun foro prewedding. Ada beberapa spot foto yang bisa dicoba di sana seperti ayunana, pohon sakura buatan, hingga gardu pandang.

Dari beberapa hal yang bisa dilakukan di sana, ada satu hal yang paling saya nanti-nantikan, yaitu bermain sandboarding. Saya menjadi salah satu wisatawan yang tidak mau ketinggalan bermain-main di pasir ini. Di mana lagi saya bisa bermain sandboarding di Indonesia kalau bukan di Gumuk Pasir Parangkusumo ini. Langsung saja saya menyewa sebuah papan seluncur beserta pengamannya seharga Rp 150 ribu rupiah, lalu meluncur bebas seperti bermain sky di atas salju. Wuuuu seru sekali!

Pilihan waktu yang sangat tepat datang ke Gumuk Pasir Parangkusumo pada sore hari sebab suasananya sejuk dan pasirnya juga terasa dingin. Pengelola setempat juga mengatakan bahwa pada siang hari tidak diizinkan bermain sandboarding karena gumuk pasir ini sangat panas. Maka tidak heran sore hari ketika saya datang,

Gumuk Pasir Parangkusumo sudah dipenuhi banyak wisatawan dari lokal maupun mancanegara. Saya pun bermain hingga petang hari di mana saya dapat menikmati keindahan sunset dari atas Gumuk Pasir Parangkusumo ini. Hmm rasanya bahagia sekali bisa mampir di gurun sahara Jogja ini. Anda tertarik untuk datang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *