Kereta Api, Antara Kisah Kelam dan Poros Kehidupan

Moda kereta api membantu untuk membentuk Indonesia menjadi sebuah negara seperti sekarang ini, dan akan terus membawa bangsa kita ke masa depan. Melihat kembali ke sejarah sejak kelahiran moda transportasi kereta api Indonesia, adalah hal yang mustahil untuk melebih-lebihkan pentingnya kereta api bagi kemajuan negeri.

Sejarah mencatat, kereta api beserta relnya dibuat pada masa kolonial Belanda yang mempekerjakan warga Indonesia secara paksa. Bisa dibilang, masa-masa tersebut turut membantu peradaban Indonesia yang dapat membuat kereta api secara mandiri. Kemudian banyak nama-nama kereta api tercipta seperti, KA Kertajaya, KA Rajabasa, KA Sri Tanjung, dll.

Insiden Kereta Api

Pengoperasian kereta api khususnya di Indonesia nyatanya tidak mempunyai sejarah yang cukup baik. Moda transportasi yang melayani berbagai jurusan kota dan provinsi ini mempunyai pengalaman yang tidak cukup menarik untuk didengar.

Pada tahun 1944, kereta api jurusan Padang Panjang, Sumatera Barat membuat 200 orang meninggal dunia dan 250 orang lainnya terluka. Insiden ini disebabkan oleh rem kereta api yang rusak. Insiden ini bisa dikatakan sebagai yang pertama dan yang paling buruk pada sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Kecelakaan kereta api yang merenggut nyawa manusia secara cukup besar juga terjadi pada Pesanggrahan, Jakarta selatan. Kecelakaan yang merenggut 156 orang ini disebabkan karena miskomunikasi antara masinis dan operator perlintasan kereta api. Insiden ini dikenal dengan nama tragedi Bintaro, yang menjadi salah satu daftar kelam pada sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Dan paling baru, pada tangga 4 Juni 2019 lalu, KA 215 serayu anjlok atau jatuh karena rel kereta yang rusak pada daerah Lebak Jero. Insiden ini mengakibatkan keterlambatan perjalanan hingga berjam-jam, dan untungnya tidak ada korban jiwa atas insiden ini.

Kita lupakan sejenak peristiwa-peristiwa diatas yang membuat beberapa warga mungkin kapok menggunakan kereta api. Moda transportasi ini nyatanya sangat berdampak besar pada inovasi dan teknologi di dunia transportasi, di Indonesia maupun dunia.

Kereta Api sebagai Salah Satu Poros Kehidupan

Bahkan, hampir tidak ada inovasi dan teknologi dari moda transportasi lain yang mampu menandingi kereta api. Pintu ekonomi, sosial, dan budaya yang terbuka karena kereta api secara langsung dapat mengubah dunia.

Kereta api dapat menghubungkan kota dengan memotong pegunungan, membawa penumpang dengan bebas kemacetan, hingga disuguhi pemandangan alam yang jarang dijamah oleh warga sekitar rel kereta.

Kereta api adalah sebuah produk hasil dari revolusi industri, yang mana proses revolusi tersebut tampaknya belum dapat disediakan oleh moda transportasi lain dalam menciptakan fasilitas dan pemecahan masalah transportasi. Belum pernah ada orang yang datang dan pergi dalam jumlah yang sangat besar di hampir semua kelompok sosio ekonomi, dan itu hanya terjadi pada kereta api.

KA Kertajaya yang mempunyai rute keberangkatan Jakarta – Surabaya ataupun sebaiknya, nampaknya sangat berdampak pada kaum urban yang mengais rezeki dibawah sinar terik ibukota, Jakarta. Sebuah perpindahan masyarakat yang berjumlah cukup masal dari pedesaan ke perkotaan, telah menyebabkan kemacetan jalan raya yang cukup berdampak pada ekonomi warga.

Rata-rata kecepatan kendaraan yang akan didapat dari kemacetan lalu lintas jalan raya, sekitar 30 – 35 km/jam. Hal ini akan berdampak pada biaya transportasi umum naik, dan berdampak pada kenaikan biaya persediaan bahan baku perusahaan transportasi umum. Dampak tersebut tentunya akan meluas pada aspek psikis dan fisik para pekerja yang melewati kemacetan jalan raya hanya untuk tiba di tempat mereka kerja.

Selain mengurai kemacetan jalan raya, kereta api di Indonesia pada umumnya, telah menyediakan lapangan pekerjaan untuk 300.000 orang lebih. Hitungan tersebut tentunya belum diakumulasikan dengan pekerjaan tambahan yang berhubungan dengan perkeretaapian.

Sudah jelas, bahwa perekonomian warga Indonesia cukup tergantung pada kereta api. Tidak hanya untuk menghemat ongkos transportasi, tetapi juga karena kereta ini seringkali dipilih untuk mengangkut sumber daya yang sangat kita butuhkan, seperti kayu, batubara, hingga makanan.

Saat mengendarai kereta api, seseorang dapat bersantai, membaca buku, belajar bahasa daerah dengan penumpang lain, tidur, dan banyak kegiatan lainnya. Kereta api dinilai sebagai moda transportasi penghilang masalah untuk beragam masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *