Nilai kredit dan laporan kredit

Laporan kredit Anda merupakan bagian penting dari banyak sistem skor kredit. Dikatakan skor kredit inilah mengapa sangat penting untuk memastikan laporan kredit Anda akurat. Undang-undang federal memberi Anda wewenang untuk mendapatkan salinan gratis laporan kredit Anda dari masing-masing dari tiga perusahaan pelaporan kredit nasional setiap 12 bulan sekali.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) juga memberikan hak kepada Anda untuk memperoleh skor kredit Anda dari perusahaan pelaporan kredit nasional. Mereka mungkin mengenakan biaya yang wajar untuk mencetak gol, tetapi umumnya gratis. Ketika Anda membeli skor kredit Anda, Anda sering mendapatkan informasi tentang cara memperbaikinya.

Atau Anda bisa memesannya secara online melalui situs idscore.id, di mana Anda akan mendapatkan informasi tentang skor kredit Anda, silakan buka halaman cek skor kredit CekAja.com di sini.

Klasifikasi skor kredit

Nilai kredit seseorang dibagi menjadi lima kelas tingkat, termasuk:

  1. Nilai 1: Kredit lancar, artinya debitur selalu memenuhi kewajibannya membayar angsuran bulanan dan bunganya dibayarkan tanpa penundaan.
  2. Nilai 2: Kredit DPK atau kredit dalam istilah khusus yang berarti debitur terdaftar menunggak 1-90 hari.
  3. Nilai 3: Kredit tidak lancar, artinya debitur dicatat sebagai tunggakan dalam cicilan kredit 91-120 hari.
  4. Nilai 4: Kredit diragukan, artinya debitur tercatat menunggak 121-180 hari dengan cara mencicil kredit.
  5. Nilai 5: Kredit Macet, artinya debitur memiliki tunggakan cicilan kredit selama 180 hari.

Bagaimana sistem pemeringkatan kredit dikembangkan?

Untuk mengembangkan sistem atau model skor kredit, pemberi pinjaman atau perusahaan asuransi secara acak memilih sampel pelanggan dan menganalisisnya secara statistik untuk mengidentifikasi karakteristik terkait risiko.

Setiap sifat kemudian ditimbang berdasarkan seberapa kuat prediktor siapa yang berisiko baik. Setiap perusahaan dapat menggunakan model penilaiannya sendiri, model penilaian yang berbeda untuk jenis kredit atau asuransi yang berbeda, atau model umum yang dikembangkan oleh perusahaan penilaian.

Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, sistem pemeringkatan kredit tidak boleh menggunakan karakteristik tertentu, seperti ras, jenis kelamin, status perkawinan, asal kebangsaan atau agama. Undang-undang mengizinkan kreditor untuk menggunakan usia, tetapi sistem skor kredit yang mencakup usia harus menyediakan pelamar yang lebih tua dengan cara yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *