Tentang mobil listrik, Indonesia Jangan hanya menyimpan satu kandang!

Hasil gambar untuk mobil listrik indonesia

Berbagai macam mobil listrik tersedia di seluruh dunia, dari hybrid hingga plug-in hybrid dengan baterai penuh. Namun sejauh ini, Indonesia belum memutuskan ke arah mana model kendaraan listrik di negara itu akan berlabuh.

Karena atap hukum sudah dimulai belum muncul. Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) juga mendukung inisiatif pemerintah untuk mempromosikan penggunaan kendaraan listrik sebagai alternatif untuk mengatasi masalah emisi gas buang. Dengan catatan, Indonesia bukan hanya penikmat.

“Apa pun yang dapat mendorong industri otomotif Indonesia untuk menjadi pemain global diterima oleh kami (peraturan kelistrikan), dan tidak hanya aktor lokal yang baik di rumah,” kata Kukuh pada hari Sabtu di Jakarta selatan. oleh GIIAS Talk x Blibli.com (29.06.2013).

“Paradigma telah berubah, jadi kami awalnya fokus pada konten lokal di negara ini dan fokus pada bagaimana kami menghasilkan sesuatu yang dapat digunakan oleh negara lain,” kata Kukuh.

Menurutnya, dengan hadirnya organisasi hukum yang mengatur kendaraan listrik, keselamatan bisnis otomotif menjadi semakin jelas.

Terlebih lagi, tahun lalu ia mengatakan bahwa Indonesia mengekspor 230.000 unit mobil CBU, terhitung 4,5% dari total ekspor nonmigas ke Indonesia. Angka ini masih jauh dari batas kapasitas produksi Indonesia, yang menurutnya dapat mencapai lebih dari 2 juta unit.

Dia mengatakan industri otomotif telah menjadi salah satu industri terpenting yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah mengutamakan pembangunan agar lebih kompetitif secara global, terutama di era digital.

“Kami memiliki potensi untuk berkontribusi lebih banyak, dan ini adalah salah satu aspirasi yang semakin diakui oleh dunia,” kata Kukuh.

“Tahun lalu CBU berjumlah 260.000 unit, walaupun kami dapat memproduksi hingga 2 juta kapasitas lebih, dan jika ekspor menambahkan lebih dari 1 juta ekspor nasional, 1 juta dapat menjadi kontribusi kami yang paling penting bagi ekspor non-minyak” Kukuh menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *